Cara Menghitung Titik Impas untuk Usaha Kecil
Panduan praktis menghitung break-even point usaha kecil dari biaya tetap, biaya variabel, dan margin kontribusi beserta contoh sederhananya.
Web Developer & Content Creator
Titik impas atau break-even point adalah kondisi ketika pendapatan sama dengan seluruh biaya. Pada titik ini usaha belum menghasilkan laba, tetapi juga tidak merugi. Angka tersebut berguna sebagai target minimum penjualan.
Pisahkan jenis biaya
Biaya tetap tidak banyak berubah ketika volume penjualan naik atau turun, misalnya sewa tempat dan biaya langganan aplikasi. Biaya variabel mengikuti jumlah produk, seperti bahan baku, kemasan, dan komisi transaksi.
Setelah itu, hitung margin kontribusi per produk:
harga jual - biaya variabel per unit
Titik impas dalam unit dihitung dengan rumus:
biaya tetap / margin kontribusi per unit
Contoh sederhana
Sebuah usaha memiliki biaya tetap Rp2.000.000 per bulan. Harga jual produknya Rp50.000 dan biaya variabelnya Rp30.000. Margin kontribusinya berarti Rp20.000. Usaha tersebut perlu menjual 100 unit untuk mencapai titik impas.
Gunakan sebagai alat keputusan
Perhitungan ini dapat dipakai untuk menguji beberapa skenario. Lihat dampaknya jika harga bahan naik, harga jual berubah, atau biaya tetap bertambah. Jangan lupa memasukkan biaya yang sering terlewat, seperti retur, kerusakan barang, promosi, dan waktu kerja pemilik.
Titik impas bukan satu-satunya ukuran kesehatan bisnis. Arus kas, kapasitas produksi, dan permintaan pasar tetap perlu diperhatikan. Namun, angka ini memberi dasar yang konkret untuk menetapkan target penjualan dan mengevaluasi harga.